Home / Opini / Pendidikan Kita Sedang ke Mana?

Pendidikan Kita Sedang ke Mana?

Setiap 2 Mei, nama Ki Hajar Dewantara kembali kita ingat. Bukan hanya sebagai tokoh sejarah, tetapi sebagai pengingat bahwa pendidikan seharusnya memerdekakan manusia. Namun di tengah berbagai perubahan yang terjadi belakangan ini, muncul pertanyaan sederhana yang tidak selalu mudah dijawab: pendidikan kita sebenarnya sedang bergerak ke arah mana?

Beberapa kebijakan baru menunjukkan adanya upaya untuk memperbaiki kualitas. Kembalinya sistem evaluasi seperti Tes Kemampuan Akademik (TKA), misalnya, bisa dibaca sebagai usaha menjaga standar. Tapi di saat yang sama, hal ini juga mengingatkan kita bahwa pendidikan tidak bisa hanya diukur dari hasil. Ada proses panjang di balik belajar, memahami, meragukan, dan menemukan.

Dalam pandangan Paulo Freire, pendidikan bukan sekadar soal pengetahuan yang diberikan, tetapi kesadaran yang dibangun. Siswa bukan hanya perlu tahu jawaban, tetapi juga perlu ruang untuk bertanya. Ketika ruang itu menyempit, pendidikan berisiko kehilangan salah satu fungsinya yang paling penting.

Di sisi lain, digitalisasi terus didorong sebagai bagian dari kemajuan. Teknologi memang membuka banyak kemungkinan baru dalam belajar. Namun, tidak semua berada pada titik yang sama. Ada yang siap, ada yang masih tertinggal. Di sinilah pentingnya melihat teknologi bukan hanya sebagai alat, tetapi juga sebagai tantangan yang perlu dikelola dengan bijak.

Program-program pendukung seperti penyediaan makan bergizi bagi siswa juga menunjukkan bahwa pendidikan berkaitan erat dengan kondisi sosial. Belajar tidak terjadi di ruang hampa. Namun, seperti kebijakan lainnya, yang dibutuhkan bukan hanya niat baik, tetapi juga konsistensi dan keberlanjutan.

Undangan Digital

Di tengah berbagai perubahan ini, peran guru tetap tidak tergantikan. Mereka berada di garis depan, menghadapi tuntutan baru, sekaligus menjaga esensi pendidikan itu sendiri. Memberi ruang bagi guru untuk berkembang menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki sistem secara keseluruhan.

Mungkin pendidikan kita memang sedang bergerak. Tapi arah geraknya perlu terus dijaga. Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya soal mengikuti perubahan zaman, tetapi juga tentang memastikan bahwa di tengah perubahan itu, manusia tetap menjadi pusatnya.

Slot Iklan