Oleh: Nasrulloh Baksolahar
Hukum pasti, hukum alamkah? Matematika, fisika, kimiakah? Dalam kondisi tertentu semuanya bisa berubah. Karena Allah Maha Berkehendak. Kehendak-Nya mengikuti Maha Kuasa-Nya. Jadi apakah ada hukum pasti?
Hukum yang dianggap pasti masih belum pasti, karena masih banyak rahasia yang belum terungkap. Terkadang hitungan manusia bisa meleset walaupun dianggap margin errornya sangat kecil.
Hukum yang dianggap akal sebagai hukum pasti, masih bisa diintervensi. Oleh siapakah? Oleh hukum-hukum yang tertera di dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw.
Darimana datangnya kemakmuran yang memancar dari langit dan bumi? Akal berkata,” Membangun infrastruktur? Membangun teknologi dan pabrik? Membangun anggaran yang besar untuk pembangunan dan dana sosial?” Ternyata dari ketakwaan sebagai pondasinya. Dari ketakwaan semua jiwa dan makhluk di bumi berpadu dan bergotong-royong menjadi jiwa pembangun kehidupan.
Dari mana datangnya jalan keluar tak terduga? Rezeki yang berlimpah dari segala arah? Ternyata bukan membangun bisnis raksasa. Bukan jaringan personal yang luar biasa. Ternyata dari takwa. Ternyata perbanyaklah istighfar. Maka Allah akan menunjukkan jalan-jalannya.
Darimana datangnya kemenangan dalam semua medan pertempuran? Ternyata banyak peristiwa golongan yang sedikit mampu mengalahkan golongan yang besar. Satu orang sabar mampu menundukkan puluh orang yang tidak sabar. Bukankah hukum akal kemenangan adalah jumlah pasukan, senjata dan teknologi?
Bagaimana agar hujan turun, di musim kemarau? Teknologi apa yang dibutuhkan? Ternyata hanya dengan beristighfar, bisa menurunkan hujan dari langit. Inilah hukum-hukum pasti tanpa mengikuti hukum alam yang terus akan terwujud