Implementasi Filsafat Stoisisme dalam keseharian

Filsafat Stoisisme adalah sebuah aliran filsafat kuno yang dianggap relevan hingga saat ini. Stoikisme menekankan pada kebijaksanaan, pengendalian diri, dan pemikiran positif sebagai cara untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang implementasi filsafat Stoikisme dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan

Salah satu prinsip dasar dari Stoikisme adalah fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan. Ini berarti tidak membuang-buang energi pada hal-hal yang tidak dapat diubah. Sebagai contoh, kita dapat menerapkan prinsip ini pada pekerjaan, di mana kita hanya fokus pada tugas-tugas yang dapat diselesaikan, dan tidak terlalu memikirkan faktor-faktor yang tidak dapat kita kendalikan, seperti keputusan bos atau perilaku kolega.

Slot Iklan
  1. Terima apa adanya

Stoisisme juga menekankan pada pentingnya menerima apa adanya. Kita harus belajar untuk menerima segala situasi yang terjadi dalam hidup kita, baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan. Dengan cara ini, kita dapat belajar untuk menghadapi situasi yang tidak diinginkan dengan tenang dan tidak menyerah.

  1. Fokus pada pemikiran positif

Stoisisme juga mendorong pemikiran positif sebagai cara untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup. Kita dapat mempraktikkan pemikiran positif dengan menghargai hal-hal kecil dalam hidup kita, bersyukur atas apa yang kita miliki, dan memandang kegagalan sebagai pelajaran untuk belajar.

  1. Pengendalian diri

Pengendalian diri adalah salah satu aspek yang paling penting dalam Stoikisme. Kita dapat menerapkan ini dalam kehidupan sehari-hari dengan membatasi konsumsi media sosial atau berita yang dapat memengaruhi emosi kita. Kita juga harus membatasi konsumsi alkohol atau narkoba dan melakukan meditasi atau yoga untuk membantu mengendalikan pikiran dan emosi kita.

  1. Bersikap ramah

Stoisisme juga menekankan pentingnya bersikap ramah dalam hubungan antarmanusia. Kita harus menghargai orang lain, berbicara dengan sopan, dan berusaha memahami pandangan mereka, bahkan jika kita tidak setuju. Kita juga harus mencoba untuk membantu orang lain ketika kita dapat melakukannya.

Baca Juga :  Memotong Kaidah Hukum Alam (Nasrulloh Baksolahar)

Kesimpulannya, Stoikisme dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kebahagiaan dan ketenangan batin. Dengan fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan, menerima apa adanya, pemikiran positif, pengendalian diri, dan bersikap ramah, kita dapat mencapai hidup yang lebih bahagia dan bermakna.

Ingin mengekspresikan diri dan berpotensi mendapatkan penghasilan?
Yuk jadi penulis di rakyat filsafat. Setiap bulannya akan ada 3 orang beruntung yang akan mendapatkan Hadiah dari Rakyat Filsafat!

Ingin memiliki portal berita yang responsif, dinamis serta design bagus? atau ingin memiliki website untuk pribadi/perusahaan/organisasi dll dengan harga bersahabat dan kualitas dijamin dengan garansi? hubungi kami disini!

Saran Kami

Mungkin anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Klik Gambar Untuk Mengunjungi Warung Anak Desa
Klik Gambar Untuk Mengunjungi Warung Sop Jawa Sumatera

Tertarik Mulai Menulis di RAKYAT FILSAFAT?

Ada pertanyaan? Hubungi kami di rakyatfilsafat@gmail.com