Falsafah Buah-Buahan

 

Seorang dosen memberikan saya bibit tanaman Markisa. Bibit itu dari temannya seorang dosen IPB Bogor. Ditanam di pagar rumah. Dalam setahun, pagar rumah sudah penuh dengan rambatan pohon Markisa. Saat ke kebun pinggiran hutan Halimun, ternyata ada juga tanaman Markisa. Kesimpulan saya Markisa adalah pohon liar.

Seorang teman menghubungi saya, saat tahu bahwa saya memiliki pohon Markisa. Lalu dia menceritakan manfaat Markisa saat dia masih kecil. Katanya obat panas dalam seperti Selasi. Saya jadi penasaran akan manfaatnya. Saya coba googling. Dalam sebuah website  kedokteran dijelaskan manfaat Markisa bagi kesehatan.

Slot Iklan

Istri saya googling tentang karakter pohon Markisa, ternyata dia bukan buah-buahan musiman. Tetapi selalu berbuah sepanjang tahun. Saya jadi penasaran antara manfaatnya dengan karakternya. Saya mencoba menghubungkan ke dua informasi tersebut. Dengan sebuah pertanyaan, mengapa ada pohom yang berbuah musiman dan sepanjang tahun? Lalu apa efeknya bagi manusia?

Seorang ahli herbal pernah berkata kepada istri saya, “Perhatikan tumbuhan yang ada di sekitar rumah. Itulah obat bagi penyakit para penghuni rumah tersebut.” Terkadang muncul pertanyaan, “Mengapa ada pohon yang bisa ditanam dan tidak bisa ditanam oleh seseorang?” Apakah ucapan sang ahli herbal itu jawabannya?

Ternyata yang terkandung di buah Markisa perpaduan Vitamin A, B dan C. Bukakah ini perpaduan yang sempurna? Bukankah ini multivitamin yang selalu dibutuhkan? Bukankah para penderita Covid-19, diberi komposisi vitamin seperti ini untuk meningkatkan imunitas tubuh? Bukan hanya itu, Markisa dapat mencegah keroposan tulang. Bukankah ini biasanya dari hewani bukan nabati?

Akhirnya saya paham mengapa Markisa berbuah sepanjang tahun?  Manusia membutuhkan struktur vitamin dan nutrisi harian yang ada di buah Markisa. Karena manusia membutuhkan harian, maka Allah mentakdirkan Markisa berbuah sepanjang tahun. Bagaimana dengan Buah-buahan musiman?

Baca Juga :  Keluarga Besar Rakyat Filsafat Turut Berduka Atas Tragedi Sriwijaya Air SJ182

Artinya, pada musim tertentu manusia membutuhkan tambahan nutrisi dari pohon yang berbuah musiman. Mengapa banyak tumbuhan yang berbuah di musim kemarau? Mengapa ada yang berbuah di musim penghujan? Itulah buah yang dibutuhkan manusia untuk memperkuat kesehatan tubuhnya. Kebutuhan manusia dan yang disediakan oleh Alam memang selalu beriringan.

Ditulis Oleh: Nasrulloh Baksolahar

 

Ingin mengekspresikan diri dan berpotensi mendapatkan penghasilan?
Yuk jadi penulis di rakyat filsafat. Setiap bulannya akan ada 3 orang beruntung yang akan mendapatkan Hadiah dari Rakyat Filsafat!

Ingin memiliki portal berita yang responsif, dinamis serta design bagus? atau ingin memiliki website untuk pribadi/perusahaan/organisasi dll dengan harga bersahabat dan kualitas dijamin dengan garansi? hubungi kami disini!

Saran Kami

Mungkin anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Klik Gambar Untuk Mengunjungi Warung Anak Desa
Klik Gambar Untuk Mengunjungi Warung Sop Jawa Sumatera

Tertarik Mulai Menulis di RAKYAT FILSAFAT?

Ada pertanyaan? Hubungi kami di rakyatfilsafat@gmail.com