Alerta! Alerta! Alerta! Polisi lakukan tindakan Represif ke massa aksi Tolak Omnibus Law di Jogja

Demonstrasi Tolak Omnibus Law di yogyakarta diwarnai kericuhan. Dari pantauan kami di Instagram, sebuah akun instagram bernama OPPOSISI Mempost foto Korban tindakan represif aparat saat aksi. Berikut caption postingan tersebut.
 
Represi aparat di Jogjakarta.

Sumber @opposisi

Peringatan: gambar mungkin mengandung konten kekerasan

Saat ini kami sedang mencoba untuk melakukan wawancara terhadap akun tersebut untuk menanyakan perihal insiden tersebut. Dilain itu, melansir dari Kompas.com disebutkan Situasi memanas pada sekitar 19.03 WIB, setelah secara tiba-tiba ada sejumlah orang keluar dari gang membawa bambu dan kayu. Mereka berlari mendatangi titik berkumpulnya demonstran. Demonstran pun tampak berhamburan saat dihampiri kelompok yang tidak dikenal tersebut.

“Mungkin warga melihat sudah malam, seharusnya massa aksi juga memperhatikan melihat kepentingan umum juga. Di sini satu sisi ada kepentingan umum masyarakat yang harus menggunakan jalur lalu lintasnya,” ujar Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto saat ditemui di lokasi, Jumat (13/08/2020).
 
Perlu kita ketahui bahayanya Omnibus Law ini, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mencatat sedikitnya ada 6 dampak buruk omnibus law bagi kaum pekerja di Indonesia. Salah satunya, omnibus law rencananya akan menghilangkan upah minimum dan menggantinya dengan penerapan upah per jam. Meskipun ada pernyataan yang menyebut buruh dengan jam kerja minimal 40 jam sepekan akan mendapat upah seperti biasa, tapi bagi buruh dengan jam kerja kurang dari 40 jam akan mendapat upah di bawah minimum.
 
Sikap Keluarga Besar Rakyat Filsafat
 
Keluarga Besar Rakyat Filsafat juga sudah menyatakan sikap jauh-jauh hari yang lalu, keluarga besar Rakyat Filsafat Komit untuk menolak omnibus law dan menuntut untuk perangkat-perangkat yang terindikasi bermain dengan kelompok kapitalis untuk diselidiki dan diproses secara hukum jika terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melanggar hukum.
 
Untuk kejadian represif aparat ini, keluarga besar Rakat Filsafat mengecam kejadian tersebut dan meminta propam polri untuk mengusut siapa oknum yang melakukan tindakan represif tersebut agar tidak terulang kembali kejadian serupa.
 
Ini adalah kejadian yang sangat memalukan, apalagi demonstrasi yang dilakukan kali ini adalah murni untuk menyelamatkan kaum buruh tani. Tidak sepantasnya Pemerintah dan aparat melakukan tindakan seperti ini.
 

 

Slot Iklan

Jika kau marah melihat keadilan dan kesewenang-wenangan, maka kau adalah Kawanku, Che Guevara.

 

Baca Juga :  Tuah Syahputra SH Cup 2023, Wadah Pembinaan Remaja Kabupaten Langkat

Ingin mengekspresikan diri dan berpotensi mendapatkan penghasilan?
Yuk jadi penulis di rakyat filsafat. Setiap bulannya akan ada 3 orang beruntung yang akan mendapatkan Hadiah dari Rakyat Filsafat!

Ingin memiliki portal berita yang responsif, dinamis serta design bagus? atau ingin memiliki website untuk pribadi/perusahaan/organisasi dll dengan harga bersahabat dan kualitas dijamin dengan garansi? hubungi kami disini!

Saran Kami

Mungkin anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Klik Gambar Untuk Mengunjungi Warung Anak Desa
Klik Gambar Untuk Mengunjungi Warung Sop Jawa Sumatera

Tertarik Mulai Menulis di RAKYAT FILSAFAT?

Ada pertanyaan? Hubungi kami di rakyatfilsafat@gmail.com