Adab Terhadap Mimpi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Sebelum Rasulullah saw mendapatkan wahyu. Beliau bermimpi yang menggerakkannya untuk melakukan perenungan. Setelah kematian Siti Khadijah, Rasulullah saw bermimpi bertemu malaikat Jibril. Dalam mimpi itu, malaikat Jibril menginformasikan calon istrinya. Rasulullah saw belum mempercayainya, hingga malaikat Jibril mendatangi Rasulullah saw dalam mimpi selama 3 kali dengan pesan yang sama.

Slot Iklan

Rasulullah bermimpi bahwa Islam akan diterima di daerah yang penuh pohon kurmannya. Rasulullah saw menduga daerah Yaman, tenyata Madinah. Rasulullah saw bermimpi bertawaf di Kabah. Lalu Rasulullah saw pun menyiapkan diri dan mengajak para Sahabatnya untuk berhaji. Apa yang terjadi? Ternyata bukan di tahun itu. Yang terjadi Rasulullah saw mendapatkan kemenangan besar dari perjanjian Hudaibiyah.

Sebelum kelahiran Rasulullah saw, ada raja Yaman yang bermimpi aneh. Namun mimpinya tak diceritakan kepada orang. Sang raja hanya ingin mencari orang yang bisa menebak mimpinya. Bila tebakannya benar, barulah dipersilahkan untuk mentakwilkan mimpi tersebut. Ternyata hanya ada dua peramal yang bisa melakukannya. Keduanya mentakwilkan bahwa akan datang seorang Nabi yang umatnya akan memimpin dunia hingga alam semesta ini hancur.

Sebelum kehadiran Rasulullah saw, Abu Bakar bermimpi. Mengadukan mimpi itu pad juru ramal di Syam. Mimpinya, ada bulan purnama bersinar terang di langit Mekkah. Bulan itu hancur berkeping memasuki seluruh rumah di Mekkah. Lalu bulan itu menyatu menghampirinya. Sang peramal memerintahkan ke Abu Bakar agar segera kembali ke Mekkah, karena sang Nabi akan segera diutus.

Firaun bermimpi aneh. Diceritakan mimpi tersebut kepada juru dalamnya. Takwilnya, kekuasaan Firaun akan lenyap oleh seorang pemuda dari Bani Israel. Nabi Yusuf mampu mentakwilkan mimpi sang raja Mesir untuk menghadapi krisis ekonomi yang akan melanda Mesir.

Baca Juga :  Dizalimi Itu Menguatkan

Dari kalangan ulama Salaf, Ibnu Sirin memiliki kemampuan mentakwilkan mimpi. Dia dianugerahkan Allah memiliki kemampuan takwil mimpi yang benar. Karena itulah, salah satu kitabnya yang terkenal mengenai takwil mimpi. Bagaimana Rasulullah saw mengajarkan adab terhadap mimpi? 

Berwudhu, shalat dan berdoa sebelum tidur. Ceritakan mimpi yang baik. Rahasiakan mimpi yang buruk. Tetap berprasangka yang baik. Berdoa ketika bermimpi yang baik maupun yang buruk. Berludah ke sebelah kiri ketika bermimpi yang buruk. Semua urusan kembali kepada Allah.

Ingin mengekspresikan diri dan berpotensi mendapatkan penghasilan?
Yuk jadi penulis di rakyat filsafat. Setiap bulannya akan ada 3 orang beruntung yang akan mendapatkan Hadiah dari Rakyat Filsafat!

Ingin memiliki portal berita yang responsif, dinamis serta design bagus? atau ingin memiliki website untuk pribadi/perusahaan/organisasi dll dengan harga bersahabat dan kualitas dijamin dengan garansi? hubungi kami disini!

Saran Kami

Mungkin anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Klik Gambar Untuk Mengunjungi Warung Anak Desa
Klik Gambar Untuk Mengunjungi Warung Sop Jawa Sumatera

Tertarik Mulai Menulis di RAKYAT FILSAFAT?

Ada pertanyaan? Hubungi kami di rakyatfilsafat@gmail.com