FPI DIBUBARKAN; ALASAN HUKUM ATAU KEKUASAAN?

Ditulis Oleh : Ahcmad Sandry Nasution

Direktur Pusat Bantuan Hukum Rakyat (PBHR) Kota Medan.

Slot Iklan

Medan, 03 Januari 2021

Sudah direncanakan pada akhir Tahun 2020 mengunjungi Saudara di Aceh ternyata tidak seperti yang dibayangkan kondisi daerahnya jauh dari Pusat Kota infrastruktur jalan masih buruk bedanya dengan kampung Saya di Madina jauh lebih buruk, maka wajar jika

berpengaruh negatif terhadap sinyal Handpone (HP) & cara berfikir sebagian warganya

terhadap Pemerintah.

Kebetulan waktu memancing di Dermaga Seruway ada warga yang mendekat Saya coba

menyapa cerita ini & itu, Saya beranikan mengeluarkan isi pikiran Saya selama ini mengenai

GAM dengan mengajukan pertanyaan: Petama: Apakah disini masih ada GAM…?, Kedua:

Sebenarnya apa tujuan dari GAM itu & benar mereka mau merdeka dari Indonesia…?. Lalu

dijawab Pertama: Dulu disini ada pimpinan GAM (Panglima Sago), saat ini tidak ada lagi;

Kedua: Merdeka bagi GAM itu bukan memisahkan Aceh dari Indonesia, tapi karena GAM

Slot Iklan

kesewenang-wenangan Penguasa & ketidakadilan terhadap Aceh. Itu hanya

sekelumit unek-unek warga Aceh & yang ingin Saya soroti adalah Pembubaran Front

Pembela Islam (FPI).

Baru 2 hari di Desa Matang Sentang tidak bisa akses Internet rasanya ada yang kurang

apalagi bagi Internet cukup membantu untuk mendapatkan berita-berita dari berbagai

Negara terutama di Indonesia tercinta ini, kemudian minta Aotspot dari HP Saudara dan

buka HP muncul berita mengenai pembubaran FPI & mencari ALASAN pemerintah

membubarkan FPI Saya temukan Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Hukum &

HAM, Komunikasi & Informasi, Jaksa Agung, Kepolisian & Badan Penanggulangan Terorisme,

tertanggal 30 Desember 2020, dimana saya urutkan alasan FPI dibubarkan yaitu:

– Menjaga Ideologi Negara;

Baca Juga :  Menoleh Yang Lain

– AD FPI bertentangan dengan UU Ormas;

– Belum memenuhi persyaratan perpanjangan SKT, sehingga tidak terdaftar, maka secara de

Jure mulai tanggal 21 Juni 2019 sudah bubar;

– FPI terus melakukan kegiatan mengganggu ketentraman, ketertiban umum, bertentangan

dengan hukum;

– Sebanyak 35 orang terlibat terorisme, 29 diantaranya dijatuhi Pidana; 206 terlibat Pidana

Umum, 100 orang diantaranya dijatuhi Pidana;

– Menurut penilaian kerap melakukan razia yang merupakan tugas wewenang Aparat

Penegak Hukum.

Tidaklah dipungkiri bahwa Pemerintah wajib menjaga keutuhan NKRI, namun alasan-alasan

pembubaran FPI tanpa Peradilan tentu bertentangan dengan rasa keadilan apalagi Indonesia

adalah Negara Hukum. Pemerintah punya wewenang menjalankan roda pemerintahan

merupakan consensus bernegara, akan tetapi jika pemerintah menjalankan hukum dengan

arogansi kekuasaan menindak satu kelompok tanpa proses hukum hanyalah menunjukan

nafsu berkuasa & pembubaran FPI yang tidak diuji terlebih dahulu melalui prosedur Hukum

adalah kemunduran Negara Hukum itu sendiri.

Apalah arti 1 FPI dibanding nyawa 6 orang pendukung dan/atau anggota FPI yang

dihilangkan begitu saja tanpa proses hukum. 1.000 FPI dapat dibentuk kembali nyawa

Manusia adalah satu keniscayaan. Dalih Penguasa taat Hukum sesungguhnya sebagian

Rakyat sudah pada cerdas Hukum, apalagi terhadap kondisi Hukum saat ini orang yang tidak

sekolahpun Insa Allah dapat menilai sendiri apakah Hukum ditegakkan sesuai selera Hukum

atau Hukum disesuikan dengan selera Penguasa., wallahuaklam…

Ingin mengekspresikan diri dan berpotensi mendapatkan penghasilan?
Yuk jadi penulis di rakyat filsafat. Setiap bulannya akan ada 3 orang beruntung yang akan mendapatkan Hadiah dari Rakyat Filsafat!

Ingin memiliki portal berita yang responsif, dinamis serta design bagus? atau ingin memiliki website untuk pribadi/perusahaan/organisasi dll dengan harga bersahabat dan kualitas dijamin dengan garansi? hubungi kami disini!

Saran Kami

Mungkin anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Klik Gambar Untuk Mengunjungi Warung Anak Desa
Klik Gambar Untuk Mengunjungi Warung Sop Jawa Sumatera

Tertarik Mulai Menulis di RAKYAT FILSAFAT?

Ada pertanyaan? Hubungi kami di rakyatfilsafat@gmail.com