Polemik Partai Demokrat, Permainan Bisnis Perusahaan Media?

Partai Demokrat yang dinahkodai Keluarga cikeas nampaknya sangat asik untuk diulas disini. Pasalnya beberapa hari belakangan ini, media-media mainstream selalu memberitakan tentang polemik partai demokrat ini. Sebelum Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, juga telah ramai jadi perbincangan terkait konfrensi pers yang diadakan oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketua Umum Partai Demokrat. Pasalnya dia (AHY) terkesan tertekan saat konfrensi pers tersebut, apalagi sampai menyeret-nyeret oknum kekuasaan terutama KSP Moeldoko. Saya sebenarnya menanggapi konfrensi pers tersebut biasa saja, malah saya berpandangan AHY sedang mengigau dengan menuduh ada yang hendak mengkudeta partai yang dinahkodainya. Namun, semua yang ada dikepala saya terbantahkan sendiri dengan realitas dimana benar terjadi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang. Apalagi Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum, Maka saat ini saya mengaminkan seluruh apa yang di utarakan AHY saat konfrensi pers tersebut.

Semakin saya ikuti, semakin tertarik saya dengan catur perpolitikan indonesia. Namun di tulisan kali ini, saya tidak akan mengulas sebagaimana telah umum dibahas dimana-mana. Saya tidak akan membahas polemik Partai Demokrat “Yang Nampak”. Melainkan lebih dari itu.

Slot Iklan

Beberapa hari belakangan, saya bermain-main dengan ruangan yang ada didalam kepala. Saat ini saya beranikan diri Speak Up melalui tulisan ini. Setelah menganalisis dari sisi pemberitaan yang sangat jor-joran di media mainstream, saya beranggapan bahwa ada permainan perusahaan-perusahaan media disini.

Bisa kita lihat, bahwasannya sangat banyak media yang memberitakan polemik ini, tak sikit juga kita lihat yang terkesan condong ke salah satu pihak. Bukan tidak mungkin pengusaha/ahli marketing media dengan sengaja mendesain polemik ini untuk dijadikan sebagai bisnis/sumber pemasukkan bagi perusahaan-perusahaan media. 

Baca Juga :  Jerinx SID dan covid 19, pakar corona dan aktivis covid bernasib tragis. KRIMINALISASI?

Apakah tidak mungkin jika perusahaan media berharap mendapat bayaran dari beberapa pihak untuk melakukan penayangan berita? Dengan kondisi seperti saat ini, pastilah media memiliki Nilai Tawar Tinggi untuk menampilkan berita seperti apa kemauan klien. 

Semisalnya, ini misalnya yah. Dengan Konflik ini, AHY harus mengeluarkan budget yang sangat besar hanya untuk menampilkan pemberitaan ini. Dengan posisi seperti saat ini, tentu perusahaan media akan memberikan beban biaya yang sangat besar kepada AHY. Ingat, dalam politik, 1 + 1 tidak harus 2, bisa 3,4,5 dst.

Sebenarnya, saya masih banyak pandangan lain, tapi sekarang saya cukupkan sekian agar kiranya dapat menjadi sebuah paradigma teman-teman dalam memandang Polemik Partai Demokrat. Selebihnya, mari kita diskusikan. Wassalam

Ingin mengekspresikan diri dan berpotensi mendapatkan penghasilan?
Yuk jadi penulis di rakyat filsafat. Setiap bulannya akan ada 3 orang beruntung yang akan mendapatkan Hadiah dari Rakyat Filsafat!

Ingin memiliki portal berita yang responsif, dinamis serta design bagus? atau ingin memiliki website untuk pribadi/perusahaan/organisasi dll dengan harga bersahabat dan kualitas dijamin dengan garansi? hubungi kami disini!

Saran Kami

Mungkin anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Klik Gambar Untuk Mengunjungi Warung Anak Desa
Klik Gambar Untuk Mengunjungi Warung Sop Jawa Sumatera

Tertarik Mulai Menulis di RAKYAT FILSAFAT?

Ada pertanyaan? Hubungi kami di rakyatfilsafat@gmail.com