Fase 40-an (3)

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Di usia 40-an imam Nawawi mencapai puncak keemasan. Dia meraih puncak spiritual yang tergambar dalam kitab Al-Adzkarnya. Puncak keilmuan yang tergambar dalam kitab Riyadhus Shalihinnya. Puncak kiprahnya dalam amar makruf nahi munkar dengan diusirnya beliau oleh seorang sultan. Dipuncak keemasannya ini, beliau menemui Rabbnya.

Slot Iklan

Di usia 40-an As Syahid Hasan Al Banna mencapai puncak keilmuan. Kitab Majmu Ar Rasail menjadi bahan kajian juga peletakan dasar gerakan yang moderat, komprehensif dan pertengahan. Gerakan Ikhwanul Muslimin yang mengilhami berbagai pergerakan Islam yang modern  di seluruh dunia sudah terbentuk dengan dukungan umat yang luar biasa di hampir seluruh dunia Islam.

Di fase ini pula Hasan Al Banna mendapat puncak cita-cita semua orang yang bertakwa yaitu syahid di jalan Allah. Apakah buah pergerakan ini hanya organisasi biasa? Yang tak membuahkan kesejahteraan? Lihatlah Arab Saudi di era Raja Faisal, pemikiran Hasan Al Banna mampu membangun Arab Saudi menjadi maju. Walau pun saat ini disingkirkan kembali. Lihat pula pengaruhnya pada Qatar dan Turki saat ini.

HOS Cokroaminoto menjadi guru bangsa. Mendidik putra-putri terbaik Nusantara menjadi pemimpin di negri ini. Soekarno hasil didikannya. Kehebatan muridnya dapat dirasakan hingga sosok Buya Hamka dan M Natsir. Hingga M Natsir membuat sejarah gemilang agar Indonesia kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Syeikh Ali Jaber dan Ustadz Arifin Ilham, di usia 40-an mencapai puncak capaian karyanya. Syeikh Ali Jaber mampu menampilkan sosok yang zuhud, dermawan dan penuh welas asih. Tak pernah membenci mereka yang memusuhinya. Arifin Ilham mendidik kaum muslimin untuk berspiritual, selalu menyambung jiwa dengan Allah setiap saat. Keduanya pun berani mengungkapkan kebenaran di hadapan penguasa.

Baca Juga :  BJ Habibie dan Kitab Talim Mutaalim

Di usia 40-an, apa yang sudah diperbuat? Kompetensi unggul apa yang siap diwariskan? Pengabdian apa yang sudah dipersembahkan kepada Islam, kaum muslimin dan negri ini? Era keemasan ini untuk membangun apa? Minimal yang bisa dilakukan di usia 40-an, seperti kisah pembunuh 100 orang yang bertaubat. Atau seperti kisah pelacur yang bertaubat dalam karya imam Al Ghazali dalam kitabnya Dibalik Ketajaman Mata Hati.

Dalam Kitab Minhajul Abidin, Imam Al-Ghazali membuat tahapan spiritual seorang hamba. Tahapan awalnya adalah Manzilah Taubat. Bila seluruh waktu telah terlalaikan. Minimal, dipuncak kecemerlangan akal dan jiwa ini, kita bisa membuka pintu pertama spiritual yaitu muncul kesadaran bertaubat.

Ingin mengekspresikan diri dan berpotensi mendapatkan penghasilan?
Yuk jadi penulis di rakyat filsafat. Setiap bulannya akan ada 3 orang beruntung yang akan mendapatkan Hadiah dari Rakyat Filsafat!

Ingin memiliki portal berita yang responsif, dinamis serta design bagus? atau ingin memiliki website untuk pribadi/perusahaan/organisasi dll dengan harga bersahabat dan kualitas dijamin dengan garansi? hubungi kami disini!

Saran Kami

Mungkin anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Klik Gambar Untuk Mengunjungi Warung Anak Desa
Klik Gambar Untuk Mengunjungi Warung Sop Jawa Sumatera

Tertarik Mulai Menulis di RAKYAT FILSAFAT?

Ada pertanyaan? Hubungi kami di rakyatfilsafat@gmail.com