Kamu Miskin? Kurang Beruntung? Sini, Gabung dan Tertawa Keras Denganku!!!

Ditengah Pandemi Seperti Ini, banyak orang yang terimbas efek dominonya. Bukan hanya kesehatan, ekonomi pun terdampak karena pandemi Covid-19 ini. Tapi, kalau saya mah mau hari biasa mau pun setelah ada pandemi, kok rasanya sama aja yah? Hmmm Konsisten Banget Kemiskinan ini yah, hahaha. Mungkin kita senasib yah makanya kamu datang Kesini? Ha kan, bener. Yaudah. Mari kita Menangis sama-sama. 

Hidup ini memang Bajingan Bro, percaya dah, hidup miskin itu ga enak. Bukan kita mau mengeluh yah, tapi menjadikan kondisi ini sebagai motivasi kedepan. Bagaimana kedepannya kita menyiasiati hidup. Ibarat kata pepatah, “jika kau terlahir bukan dari keluarga kaya, maka keluarga kaya akan terlahir dari mu” Uwwwuu bet dah nih quotes.

Slot Iklan

Bukan Mau curhat, cuma meluapkan kesedihan dan kekesalan saja. Kamu mau dengar pun saya peduli, karna emang itu harapan saya wkwkwk.

SELALU TERTAWA KERAS

Beberapa hari belakangan ini, ditongkrongan saya selalu jadi orang yang ceria bahkan kalau udah tertawa bisa ga habis-habis. Sampai temen pun bilang, “Ketawaknya Nular Cok”. Udah kayak virus aja kalau dipikir-pikir yah.

Ya, sebenernya tertawa itu adalah bagian dari cara saya untuk menghilangkan kesedihan dan kepenatan. 20 hari sebelum deadline Pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal), sebenernya saya udah was-was memikirkan uang untuk membayar UKT. Ya emang ga gede sih, cuma 2.5 juta persemester, tapi bagi saya itu mah jumlah yang cukup besar. Kalau mengandalkan Orang Tua, apalah daya saya ini yang cuma anak seorang satpam di perkebunan yang gajinya hanya cukup untuk makan sehari-hari.

10 hari menuju deadline saya coba hubungi keluarga dikampung, biasa, menanyakan kabar sekaligus menanyakan perihal uang untuk pembayaran uang kuliah. Jawaban nya dibilang mengejutkan, enggak. Dibilang enggak Mengejutkan, ya buat kejut, kejut batin maksudnya. hahaha.

Baca Juga :  Mendayagunakan Hukum "Kun Fayakun"

Sekarang, 1 hari lagi udah deadline dan sampai sekarang belum ada sama sekali uangnya. Lantas apakah saya berhenti berjuang dan Putus Asa? Oh tidak, itu bukan saya. Pasti tetap saya usahain buat dapetin uangnya. Dengan menggadai Laptop ini misalnya hahahaha.

Doain ya sob, ini lagi ngusahakan Pinjaman Online wkwkwkwk. Tapi udah deh, ngapa cerita uang kuliah dah wkwkwk. 

BANYAK TELEPON MASUK

Jadi beberapa hari ini, temen-temen pada nanya, kenapa banyak banget telpon masuk, saya mah jujur aja, dengan ringan saya bilang, Ini Dept Colector. Nanya pinjaman yang telat. Karna emang sampek sekarang belum ada saya bayar. Hahahah. Maaf ya bang DC, bukan saya ga mau bayar, tapi emang lagi kosong. Ntar kalau udah ada uang, gak saya bayar kok wkwk. Enggak yah, aku becanda. Namanya hutang ya wajib dibayar. 

Tapi tau enggak apa respon teman saya saat kubilang ini dari Dept Colector Pinjaman Online? Mereka tuh gapercaya. Dikatanya aku bohong. Katanya “Seorang Maulana Masak Ditelponin DC Pinjol”. Lah, ini temen mau kenak pukul apa cemana? hahaha.

Slot Iklan

Biasa, soalnya saya orangnya ga hitungan kalau emang lagi ada duit. Bahkan mungkin saya termasuk orang “gila”, ya Gila. Misalnya meneraktir orang-orang kaya atau paling tidak hidupnya berkecukupan. Ya gimana lagi, itu adalah ajaran orang tua saya. “kalau punya, Berbagi, kalau ga punya jangan Ngemis”. Begitu pesan orang tua yang sampai saat ini masih saya pegang teguh.

Ya walaupun kadang kesel juga yah, dimana kita tahu kalau dia hidupnya sangat berkecukupan bahkan berlebih, tapi seneng aja tuh dibayarin ama saya wkwkwk. Bukan mengungkit nih, tapi lucu kadang liat keidupan yang fana ini. Dimana yang Miskin memberi yang kaya dan yang kaya memanfaatkan si miskin. Ya emang ga semua kayak gitu sih, tapi ada aja manusia yang seperti ini.

Baca Juga :  Mencari Hubungan Agama Dengan Filsafat (Menolak Narasi Tunggal)

Sebelum anda berfikir saya Sebagai Manusia yang “Sok Kaya”, maka saya disclaimer dulu yah. Teman dikampus saya tuh tahu yah kalau aku nih cuma anak seorang satpam perkebunan. Saya gapernah malu tuh dengan keadaan, bahkan saya sering mengajak temen-temen buat main kerumah. Prinsip saya sih “Tidak malu terlihat Miskin, Tapi Malu ketika Berpura-pura kaya hanya untuk mendapat tepuk tangan penonton”. Nah, elu pun harus gitu cok, kalau miskin ya sadar diri lah bazeng, wkwkwk.

MULAI BERGERAK

Putus asa? itu bukan saya. Mengemis? jelas itu juga bukan saya. Lantas, apa yang akan saya lakukan? yah ada saja yang bakal saya lakukan. Paling tidak dengan beberapa pergerakan. Inget cuy, diem meratapi nasib gabakal ngerubah apapun selain membuat semakin larut dalam kesedihan dan kesusahan. Toh hidup emang seperti ini, kadang diatas kadang dibawah, Tinggal kitanya saja bagaimana menyikapi setiap keadaan.

Bergerak dari sekarang. Rubah nasib yang konyol ini. Jangan banyak merenung minim aksi. Jangan banyak mengoceh minim bergerak. Indah itu tak selalu ada. Ayo bro,,, tetap miskin. eh, tetap semangat maksud saya.

Boleh sedih, tapi jangan terlalu dan larut. Boleh semangat, tapi jangan sombong. Barengi setiap Pergerakan dengan doa. oke? tos dulu kita.

Sekarang mari temeni aku nangis hahahahahahahahhahahahahahaha

Jangan Klik Iklan Lebih dari dua kali, plissss. Entar Akun Adsense gua ke banned. Plisss yah, iklan adsense ini pendapatan saya buat bayar uang kuliah semester depan insyaalloh. Jangan rusak mata pencaharian saya. Tks

Ingin mengekspresikan diri dan berpotensi mendapatkan penghasilan?
Yuk jadi penulis di rakyat filsafat. Setiap bulannya akan ada 3 orang beruntung yang akan mendapatkan Hadiah dari Rakyat Filsafat!

Ingin memiliki portal berita yang responsif, dinamis serta design bagus? atau ingin memiliki website untuk pribadi/perusahaan/organisasi dll dengan harga bersahabat dan kualitas dijamin dengan garansi? hubungi kami disini!

Saran Kami

Mungkin anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pasang Iklan

Pasang Iklan

Klik Gambar Untuk Mengunjungi Warung Anak Desa
Klik Gambar Untuk Mengunjungi Warung Sop Jawa Sumatera

Tertarik Mulai Menulis di RAKYAT FILSAFAT?

Ada pertanyaan? Hubungi kami di rakyatfilsafat@gmail.com